1. KEARIFAN LOKAL
Kearifan lokal (local
wisdom) adalah bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan
dari masyarakat itu sendiri biasanya, diwariskan secara turun menurun dari satu
generasi ke generasi lain melalui cerita dari mulut kemulut.
2. BENTUK KEARIFAN LOKAL DALAM BUDAYA NASIONAL
Beberapa bentuk kearifan lokal yang berperan dalam
pengelolaan SDA dan lingkungannya dalam kebudayaan masyarakat adalah:
a. Kearifan lokal dalam bidang pertanian
Contoh : Pranoto Mongso
di Jawa
Pranoto mongso (penentuan musim) merupakan waktu musim
digunakan oleh para petani sebagai patokan untuk mengolah pertanian.
b. Kearifan lokal dalam falsafah,tradisi, dan kepercayaan
Contoh : Kearifan suku
mentawai, Sumatra Barat
Suku mentawai hidup selaras dengan alam. Mereka percaya
bahwa alam adalah milik bersama,yang harus dijaga kelestariannya. Sebelum membuat ladang, suku mentawai
melakukan upacara untuk meminta izin kepada roh-roh penjaga hutan.
c. Kearifan lokal dalam pemanfaatan SDA
Contoh : Konservasi
laut orang Bajo di Togean
Orang bajo merupakan laut yang tangguh. Orang bajo telah
mengenal konsep pemanfaatan tnah,air tara dalam batas atau kadar sesuai
kebutuhan. Mereka mempunyai keyakian bahwa penguasa laut memberikan hasil laut
yang melimpah kepada mereka. Sebagai timbal balik, setelah mereka menangkap
ikan,setidaknya dua ekor ikan dilepas kembali sebagai bentuk terimakasih kepada
laut.
d. Kearifan lokal
dalam cerita budaya, petuah, dan sastra.
Contoh kearifan lokal
:
Pasang ri
Kajang, pesan leluhur masyarakat adat Kajang Tana Toa, Kabupaten Bulu Kumba. Masyarakat adat Tana Toa memiliki pesan leluhur
(teks lisan) yang berisi 120 pasal dan 19 pasal. Salah satu pasalnya berisi
pengelolaan lingkungan yang berbunyi “Anjo boronga anre nakkulle nipanraki.
Punna nipanraki boronga, nupanraki kalennu” (hutan tidak boleh dirusak.
Jika engkau merusaknya, sama halnya engkau merusak dirimu sendiri.
f. Kearifan lokal dalam seni arsitektur rumah adat
konsep kearifan lokal terdapat dalam seni astitektur rumah adat
suku-suku di Indonesia . Contohnya rumah adat suku Batak selalu menggambar
cicak di dinding rumah mereka. Orang Batak memiliki falsafah hidup meniru
cicak, binatang yang dapat hidup di rumah mana saja. Artinya orang Batak dapat
beradaptasi dengan lingkungannya seperti hidup cicak.
3. PENTINGNYA MENJAGA
KELESTARIAN LOKAL UNTUK KELESTARIAN ALAM
Akhir-akhir ini kearifan lokal dirasa memudar dalam kelompok masyarakat.
Apalagi ditempa dengan pengaruh interaksi dengan budaya luar tanpa disaring
nilai-nilai positifnya.
Kesalahan pengelolaan SDA sampai saat ini belum ada solusi yang tepat untuk
menyelesaikannya. Kearifan lokal menjadi suatu alternatif untuk
menyelesaikannya. Maka, kearifan lokal sangat penting untuk dikaji dan
dilestarikan. Selain itu, kearifan lokal penting untuk menjaga nilai-nilai
budaya dan kelestarian alam.
Komentar
Posting Komentar